Pikiransuper.co.id, Jakarta – Di tengah kekhawatiran publik atas anjloknya nilai tukar rupiah yang terus menekan, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya buka suara. Dengan nada optimistis, ia menegaskan bahwa pelemahan mata uang Garuda saat ini hanyalah fenomena jangka pendek dan akan segera pulih.
Purbaya meyakini fundamental ekonomi Indonesia yang solid akan menjadi jangkar yang kuat untuk membawa rupiah kembali ke level wajarnya. Bahkan, ia memberikan sinyal kuat bahwa pemulihan nilai tukar akan mulai terasa pada pertengahan pekan depan.
"Saya yakin (rupiah) akan balik ke level fundamentalnya," ujar Menkeu Purbaya saat memberikan keterangan kepada media di Jakarta, Jumat (26/9/2025).
Kucuran Dana Rp200 Triliun Jadi Senjata Utama
Untuk membuktikan optimismenya, Menkeu Purbaya membeberkan salah satu strategi kunci yang disiapkan pemerintah. Pemerintah akan menggelontorkan dana sebesar Rp200 triliun ke dalam sistem perbankan untuk mendorong likuiditas dan menggerakkan roda perekonomian.
"Langkah ini dirancang untuk menstimulasi ekonomi dan meningkatkan kepercayaan investor," jelas Purbaya.
Menurutnya, dengan bergeraknya sektor riil, daya tarik investasi di Indonesia akan meningkat. Hal ini diharapkan dapat memicu derasnya aliran modal asing (capital inflow) yang masuk, tidak hanya dalam bentuk investasi jangka pendek di pasar modal, tetapi juga investasi langsung jangka panjang (Foreign Direct Investment/FDI).
"Jadi asing pasti masuk bukan di capital market saja, bukan di short term, pasti pelan-pelan di FDI," tambahnya, menekankan dampak berkelanjutan yang diharapkan dari kebijakan ini.
Target Ambisius dan Respons Pasar
Pernyataan paling berani dari Menkeu Purbaya adalah target waktu pemulihan rupiah yang sangat spesifik. Ia menargetkan mata uang Garuda akan mulai menunjukkan taringnya kembali dalam hitungan hari.
"Mungkin pertengahan minggu depan juga udah balik (menguat)," tegasnya.
Meskipun optimisme ini membawa angin segar, respons dari para pelaku pasar masih beragam. Sejumlah analis menilai bahwa pelemahan rupiah belakangan ini juga dipengaruhi oleh sentimen pasar terhadap beberapa kebijakan dan pernyataan pemerintah.
Kini, semua mata tertuju pada efektivitas langkah-langkah yang diambil pemerintah. Apakah "senjata" Rp200 triliun ini akan cukup ampuh untuk menopang rupiah? Publik dan investor akan menantikan pembuktian janji Menkeu Purbaya di arena pasar keuangan pekan depan.

Tulis Komentar